Blogger Writing Competiton 2017

Tema: “Rumah: Surga dan Istanaku”

Tips Agar AC Hemat Listrik dan Tahan Lama

RumahHokie.com  – Produk penyejuk udara makin banyak diminati konsumen, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Akan tetapi di sisi lain, AC (air conditioner) merupakan peranti yang banyak menyedot listrik. Sebanyak 40% – 60% dari total tagihan listrik di rumah digunakan untuk AC.

Pemerintah pun telah mengeluarkan beberapa regulasi yang mengatur agar produk AC hemat energi dan ramah lingkungan. Misalnya, regulasi SNI di April 2014, penggunaan freon R32 yang lebih ramah ozon di Januari 2015, serta penerapan standar EER (energy efficiency ratio) pada Juni 2016.

Setiap produsen dan importir AC harus memiliki stiker EER. Standar EER ditandai dengan satu hingga empat bintang. Semakin banyak bintang, semakin hemat energi produk AC tersebut.

Tips AC Awet dan Hemat Energi
1. Matikan AC jika tidak digunakan. Bila AC baru dimatikan, jangan langsung dinyalakan. Biarkan oli kompresor dan gas freon kembali ke kompresor dulu dan beristirahat minimal satu menit. Dengan demikian, AC Anda akan lebih tahan lama.

2. Tutup semua jendela atau lubang angin saat AC menyala. Sirkulasi udara di ruangan membuat suhu ruangan tidak stabil dan akan membuat AC bekerja ekstra.

3. Suhu normal ruangan berkisar 24º C -27º C. Semakin rendah suhu AC, semakin besar energi yang dikeluarkan.

4. Gunakan pengatur waktu (timer). Suhu udara saat dini hingga subuh, biasanya rendah, sehingga penggunaan AC dalam rentang waktu ini justru membuat badan menggigil kedinginan. Dengan fitur timer, Anda dapat mematikan AC setelah beberapa jam beroperasi, sehingga suhu ruangan tetap nyaman.

5. Bersihkan AC secara berkala, setidaknya tiga bulan sekali. Bila AC diletakkan di tempat yang banyak debu atau asap (termasuk asap rokok), maka AC harus dibersihkan dua bulan sekali.

AC yang kotor—terutama di bagian filter, evaporator, dan kipas—akan  membutuhkan daya ekstra untuk mencapai kondisi ideal pendinginan. Hal ini tentu menyedot energi listrik lebih banyak.

6. Gunakan kapasitas AC sesuai besaran ruangan. Ruangan berukuran kecil sudah selaiknya menggunakan AC dengan kapasitas 0,5 PK. Ruangan kecil dengan kapasitas AC besar akan membuat ruangan terlampau dingin, sementara ruangan besar dengan kapasitas AC kecil, akan membuat AC bekerja lebih keras dan memboroskan energi.

7. Jangan letakkan alat-alat elektronik di dekat AC, karena akan mengganggu kinerja AC.

8. Pilih produk AC yang hemat energi. Harganya memang lebih tinggi dari AC biasa. Namun, penghematan listriknya—dalam jangka panjang—bisa jadi akan lebih besar. Hitung-hitung investasi bukan?

Leave a Reply