Blogger Writing Competiton 2017

Tema: “Rumah: Surga dan Istanaku”

Hindari Promosi yang Salah dalam Menjual Properti

RumahHokie.com – Kenapa Anda promosi “ayam tulang lunak” padahal orang nggak makan tulang?

Mengapa Anda mengatakan “hunian bernuansa alam” sedangkan orang ingin tahu apa di kamar tidur utama bisa connected dengan ruang kerja?

Kata “alam” sering dipinjam oleh developer karena mereka nggak usah bayar. Sebab gunung, sungai, dan danau sudah disiapkan Tuhan. Tapi, kata “alam” ini bisa alam gaib, alam liar, atau alam kubur.

Perhatikan. Ada tagline maskapai yang ngomong “membuat Anda bisa terbang” sedangkan orang malah takut nggak bisa landing.

Yang salah Anda juga sih. Tujuan Anda ke airport kan untuk terbang, bukan untuk mendarat. Maka pilotnya disebut “penerbang”, orang yang mahir menerbangkan pesawat. Tapi mereka nggak mahir mendaratkan pesawat kan Anda nggak ngerti?

Baca Juga: Augmented Reality Homes dan Bisnis Promosi Properti

Properti mengalami messages distorsion yang parah. Bohong kelas berat. Bukit Anu Raya (bukitnya ternyata jauh banget), Taman Anu Indah (taman kecil banget dan tak terurus pula).

Tagline project Anda seharusnya mencerminkan citra yang hendak dibentuk. Legenda Wisata ”Kota Petualangan”. Di situ ada cluster Morcopolo, El-Dorado, dan Vasco da Gama. Cocok.

Tapi ditempat lain ada yang gini, “exquisite touches and presidential view”. (Harfiahnya: sentuhan yang sangat indah). Tapi ngapain presiden dibawa-bawa? Saya bingung maksud “presidential view” itu apa padanannya. Ini Inggris saya yang payah, atau bahkan developernya sendiri juga nggak ngerti maksudnya.

Developer besar kadang masih senang bohong besar. “Hanya 5 menit ke Stasiun LRT”. Tapi kalau keluar gerbang aja sudah 5 menit, itu namanya musang (mulut besar yang usang).

Baca Juga: Tips Lengkap Sebelum Memilih Bank dan Produk KPR

Lihat tuh promo Agung Podomoro untuk proyek Podomoro Golf View di Cimanggis. Itu benar, karena mereka emang bikin stasiun LRT di halaman proyek.

Itulah beda gimmick dan bohong. Tapi kenapa Anda diam? Karena nggak perlu-perlu amat protes. Kita ini warga pemaaf, bahkan dibohongi “bayar Rp1 juta punya apartemen” kita malah ketawa-tawa.

Sales-nya bilang,” ya Bu, sejuta untuk booking unit. Seminggu lagi Ibu bayar DP pertama”. Halah. Inilah kalo sejak TK sudah diajari nyanyi “si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun”. Masih kecil sudah tahu mencuri, sudah besar mencuri hati banyak tetangga. Insyaf, Bro!

icon-women Lily Nurlita Mohamad
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Leave a Reply